Sejarah Sekolah

Sejarah SMK Al Kautsar Purwokerto

 

Perjalanan SMK di Indonesia

          SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pengadaannya sedang digalakkan oleh pemerintah. Berbagai pilihan program direalisasikan, mulai dari bidang IT, tata boga, tata busana, perhotelan, pariwisata, kesehatan, dan masih banyak pilihan bidang yang lainnya.

Pendidikan SMK itu sendiri bertujuan "meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional". Dari tujuan tersebut, diharapkan lulusan SMK memiliki skill yang benar-benar dapat diaplikasikan di dunia kerja ketika mereka telah menyelesaikan masa pendidikannya.

     Pada mulanya keberadaan SMK dipandang sebelah mata oleh sabagian kalangan masyarakat, imej bahwa SMK merupakan sekolah nomor dua & pencetak anak-anak nakal cukup sulit dihapus. Namun dengan berbagai media iklan yang ada, pemerintah cukup gencar mengiklankan SMK sebagai sekolah masa depan, sekolah pencetak tenaga kerja. Banyak figur-figur yang ditampilkan sebgai contoh orang-orang sukses yang alumni SMK.

    Sedikit banyak, pencitraan SMK yang dilakukan oleh pemerintah cukup berhasil, hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya animo masyarakat terhadap SMK. Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke SMK dengan tujuan agar kelak ketika sudah lulus, anaknya menjadi tenaga yang memiliki skill dalam bidangnya. Tentu biaya pendidikannya juga lebih mahal dibandingkan sekolah-sekolah yang non kejuruan, karena proses belajar mengajar di SMK lebih banyak dilaksanakan praktek daripada di sekolah-sekolah non kejuruan.

Setidaknya ada tiga kelebihan dari pendidikan SMK ini, pertama, sistem pendidikan di SMK yang lebih mengutamakan praktek daripada teori melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam setiap bidang yang ditekuninya; kedua, lulusan SMK ini dapat mengisi peluang kerja pada dunia usaha/industri, karena terkait dengan sertifikasi yang dimilikinya; ketiga, lulusan SMK juga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sepanjang lulusan tersebut memenuhi persyaratan, baik nilai maupun program studi atau jurusan sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. 

 Pendidikan Pesantren

    Pesantren sebagai salah pendidikan khas Indonesia atau indigenous, memiliki potensi besar untuk dapat mencetak kader-kader yang memiliki kemandirian, moralitas, dan daya juang yang tinggi. Sebab pendidikan yang dilaksanakan di pesantren menggunakan sistem full day. Mulai dari bangun tidur di pagi hari sampai tidur lagi di malam hari semuanya telah terprogram.

Watak kemandirian akan diperoleh di pesantren, karena di pesantren para santri mengatur hidupnya secara mandiri. Jika di rumah ada orang tua yang mengurus segala keperluan anaknya, maka jika telah ada di pondok pesantren, santri harus mengurusnya secara mandiri. Mulai dari keperluan keuangan, kesehatan, pengaturan jadwal belajar & istirahat, dan lain sebagainya.

Moralitas santri akan terwujud dari sistem yang telah terbangun di pondok pesantren. Pendidikan moralitas tersebut setidaknya diperoleh dengan berbagai cara, antara lain: (1) ajaran agama yang setiap hari diperdengarkan di lingkungan pesantren; (2) ritual peribadatan yang menjadi sebuah budaya, baik dilakukan secara individual maupun secara berjamaah; (3) keteladanan dari figur-figur sentral di pesantren; (4) aturan-aturan (tata tertib) pesantren yang sebanarya merupakan pengejawantahan dari aturan-aturan dalam ajaran Islam.

Sedangkan daya juang akan terpatri pada jiwa santri dengan beratnya perjuangan yang harus dihadapi di pondok pesantren. Kebiasaan hidup sederhana juga merupakan salah satu aspek yang juga membantu lahirnya santri yang memiliki jiwa daya juang yang tinggi.

Dari paparan di atas, tampak bahwa pendidikan dan pembinaan yang dilaksanakan di pesantren lebih ditekankan kepada aspek soft skill (kesadaran yang membuat seseorang termotivasi dan pantang menyerah sehingga bisa menempatkan diri di tengah orang lain secara proporsional.

​​​​​​​SMK Berbasis Pesantren

Pengadaan SMK tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi di daerah-daerah yang dianggap mempunyai potensi, pendidikan SMK juga sudah mulai banyak berdiri. Bahkan di pondok pesantren juga telah banyak berdiri SMK dengan berbagai pilihan jurusan, misalnya di pondok pesanten Nurul Jadid dengan pilihan jurusan Teknik komputer & Jaringan, Multimedia, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Selain itu di Wonorejo Pasuruan ada SMK Kesehatan Al-Yasini. Untuk SMK Tata Busana, telah ada di Pondok pesantren Darul Falah Temanggung Jawa tengah, dan masih banyak lagi SMK dengan berbagai jurusan yang ada di pondok pesantren.

Upaya pemerintah dalam mengembangkan SMK dengan keterampilannya (life skill) dinilai telah cukup baik. Hal ini tampak dari mulai banyaknya produk-produk temuan anak negeri. Namun, keberhasilan tersebut hal itu harus dibarengi soft skill yang memadai sehingga memiliki sikap mental dalam beradaptasi dengan lingkungan. Karena pendidikan berbasis life skill  tanpa dilengkapi dengan unsur soft skill tidak akan melahirkan generasi yang berkualitas.

Seseorang yang memiliki life skill atau keterampilan tanpa sikap mental yang matang, mungkin saja tidak bersemangat dalam bekerja dan berkarya hanya karena ketidaksiapan mentalnya dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, bagi orang telah dibekali dengan pendidikan soft skill yang memadai maka dia akan menghadapi tantangan dan rintangan tersebut dengan berbagai alternatif solusi yang kreatif.

Untuk pengembangan soft skill, model pembinaan & pendidikan yang diaplikasikan semestinya menggunakan authentic learning, dimana peserta didik dihadapkan pada masalah yang nyata sehingga telah terbiasa dengan berbagai persoalan dalam hidup. Ketika mereka telah terbiasa dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup akhirnya menjadikan mereka menjadi orang yang kreatif dalam mencari solusi permasalahan. Dilihat dari realitasnya pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pola pendidikannya sangat identik dengan authentic learning.

Fenomena semakin banyaknya pondok pesantren yang mendirikan SMK, merupakan hal yang positif, karena pesantren yang menurut Gus Dur merupakan sub kultur masyarakat mau tidak mau harus merespon kebutuhan dari masyarakat secara umum, tentu semua itu disertai dengan adanya manajeman yang baik, sehingga kualias SMK yang ada di pesantren tidak kalah dengan SMK yang ada di luar pesantren.

Perpaduan antara SMK dan pesantren yang masing-masing mempunyai keistimewaan akan melahirkan generasi-generasi yang benar benar handal dalam bidangnya. Pesantren dengan keunggulan soft skillnya dan SMK dengan keunggulan life skill-nya akan menjadi solusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan SMK Al-Kautsar adalah sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren yang tidak hanya mengedepankan keterampilan dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga berusaha membingkai nilai-nilai religius yang diimplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan dalam visi sekolah, yaitu menjadikan SMK Al-Kautsar berbasis pesantren sebagai lembaga yang mampu menciptakan insan yang berakhlaqul karimah, memiliki kemampuan intelektual akademis, terampil, mandiri dan mampu berwirausaha. SMK ini didirikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci, Purwokerto dan merupakan bagian di dalamnya. SMK ini memiliki dua program keahlian yaitu Perbankan Syari’ah (PBS) serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang memiliki konsultan ahli di bidangnya. Kemudian ada beberapa program berbasis pesantren yaitu Tahfidzul Qur’an, Aktif Bahasa Arab dan Inggris, Soft Skill dan Life Skill, Demonstrasi Fiqh (‘Ubudiyah dan Muamalah) serta kitab kuning. Dari dua lembaga tersebutlah akan terbentuk generasi pelajar yang terampil, mandiri, dan berkarakter melalui pembinaan akhlak dan pembiasaan nilai-nilai keislaman.

SMK Al-Kautsar

SMK Al-Kautsar adalah sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren yang tidak hanya mengedepankan keterampilan dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga berusaha membingkai nilai-nilai religius yang diimplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan dalam visi sekolah, yaitu menjadikan SMK Al-Kautsar berbasis pesantren sebagai lembaga yang mampu menciptakan insan yang berakhlaqul karimah, memiliki kemampuan intelektual akademis, terampil, mandiri dan mampu berwirausaha. SMK ini didirikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci, Purwokerto dan merupakan bagian di dalamnya. SMK ini memiliki dua program keahlian yaitu Perbankan Syari’ah (PBS) serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang memiliki konsultan ahli di bidangnya. Kemudian ada beberapa program berbasis pesantren yaitu Tahfidzul Qur’an, Aktif Bahasa Arab dan Inggris, Soft Skill dan Life Skill, Demonstrasi Fiqh (‘Ubudiyah dan Muamalah) serta kitab kuning. Dari dua lembaga tersebutlah akan terbentuk generasi pelajar yang terampil, mandiri, dan berkarakter melalui pembinaan akhlak dan pembiasaan nilai-nilai keislaman.